Minyak dunia melonjak: Milisi Houthi rebut kota pelabuhan strategis Yaman

Kamp pengungsian di Yaman. Foto: World Health Organization (WHO).

Konflik di Yaman memasuki babak baru yang dikhawatirkan bisa mengguncang salah satu jalur pelayaran minyak tersibuk di dunia, setelah kelompok milisi Houthi yang disokong Iran menguasai kota pelabuhan Mokha dan terus mendesak ke selatan menuju gugusan pulau di Laut Merah.

Pergerakan pasukan Houthi ini langsung berdampak pada pasar global. Harga minyak mentah Brent melonjak hingga 4% pada Kamis (10/9), menembus 105 dolar AS (sekitar Rp1,85 juta) per barel, sementara harga rata-rata solar di Amerika Serikat untuk pertama kalinya menembus 6 dolar AS (sekitar Rp105.600) per galon, menurut data lembaga pemantau harga GasBuddy.

Kota Mokha memberi Houthi akses langsung ke jalur pendekatan Selat Bab el-Mandeb, pintu masuk selatan Laut Merah yang menjadi salah satu urat nadi perdagangan minyak dunia.

Sumber militer pemerintah Yaman menyebut pasukan Houthi bahkan telah mencapai Kepulauan Hanish, sementara pasukan pemerintah dan sekutunya mundur ke Dhubab, wilayah yang berhadapan langsung dengan Pulau Perim di seberang selat tersebut.

Utusan Khusus PBB untuk Yaman, Hans Grundberg, menyebut jatuhnya Mokha membawa konflik ke "fase baru yang lebih berbahaya" dan memicu kekhawatiran serius terhadap kebebasan navigasi kapal.

Bila Houthi berhasil mengendalikan penuh Bab el-Mandeb — yang berada di sisi berlawanan Semenanjung Arab dari Selat Hormuz — Iran berpotensi memperoleh keuntungan strategis besar dalam perangnya melawan Amerika Serikat, karena dua jalur transit minyak utama dunia sekaligus bisa terganggu.

Kondisi ini juga mempersulit posisi Arab Saudi, yang selama ini mengalihkan sebagian besar ekspor minyaknya lewat Laut Merah setelah Selat Hormuz nyaris tertutup akibat konflik dengan Iran. Pusat Koordinasi Operasi Kemanusiaan Houthi mengklaim jalur Laut Merah tetap aman untuk semua kapal, kecuali milik Arab Saudi

Di forum Dewan Keamanan PBB, perwakilan Amerika Serikat, Jenifer Neidhart de Ortiz, menuding Houthi bertindak sebagai "agen dan alat Iran" dan menyebut eskalasi ini tidak dapat diterima. Sumber-sumber di pemerintahan Yaman, Iran, dan kawasan mengatakan kepada Reuters bahwa manuver Houthi pekan ini dilakukan atas arahan langsung Korps Garda Revolusi Iran.

Teheran membantah tudingan tersebut. Kementerian Luar Negeri Iran menyerukan dialog untuk mengakhiri konflik Yaman tanpa menyinggung perannya sendiri, sementara seorang pejabat senior Iran menjawab peringatan yang disampaikan Arab Saudi lewat Pakistan dengan pernyataan singkat: "Iran tidak mengendalikan Houthi."

Sebagai respons, Departemen Keuangan AS menjatuhkan sanksi baru terhadap sejumlah perusahaan dan individu yang dituding membantu Hizbullah dan proksi Iran lainnya, lewat program bernama "Operasi Economic Outcast" yang menyasar aliran dana perang Teheran.

Ketegangan di kawasan juga tergambar dari serangkaian serangan Houthi ke wilayah Arab Saudi. Otoritas pertahanan sipil setempat mengeluarkan peringatan darurat di kota Khamis Mushait sebanyak empat kali hanya dalam 24 jam.

Di Washington, Presiden Donald Trump kembali menegaskan keyakinannya bahwa perang dengan Iran akan berakhir segera setelah pemilu sela AS digelar November mendatang — pernyataan yang ia ulang dua hari berturut-turut.

Perang ini, ditambah lonjakan harga bahan bakar, disebut ikut menyeret popularitas Trump ke titik terendah menurut sejumlah jajak pendapat, di tengah tudingannya bahwa Iran tengah berupaya memengaruhi hasil pemilu yang akan menentukan penguasaan Kongres oleh Partai Republik.

"Saya tidak percaya pada kata 'menyesal'", kata Trump dalam wawancara dengan Laura Ingraham dari Fox News, saat ditanya soal kemungkinan penyesalannya berperang dengan Iran mengingat dampaknya terhadap pemilu. "Jika saya harus mengulanginya, saya akan melakukan persis seperti yang saya lakukan," ujarnya.

Sebelumnya, pemerintah AS sempat mengeklaim kemajuan dalam memandu kapal tanker melintasi Selat Hormuz, jalur yang sebelum perang mengangkut sekitar seperlima pasokan minyak dunia. Namun, eskalasi pertempuran bulan ini membalikkan capaian tersebut — data pelacakan awal menunjukkan hanya tujuh kapal melintasi Hormuz pada Rabu, setengah dari rata-rata sepuluh hari terakhir.

Media pemerintah Iran turut melaporkan bahwa Angkatan Laut Korps Garda Revolusi menyerang sebuah kapal nirawak milik AS di pintu masuk Hormuz pada Kamis, menambah daftar panjang insiden saling serang antara kedua negara sejak perang dimulai akhir Februari.

Professional content writer, copywriter, and owner of TokoKata. Passionate blogger and SEO enthusiast. Practicing my bachelor's degree in accounting at the Indonesian Stock Exchange.