Selamat datang di TokoKata! Pengen berinvestasi saham di Amerika Serikat? Bisa cobaiin Gotrade dan langsung dapatkan bonus $2! Diawasi BAPPEBTI.

Mengapa Harga Emas Selalu Mahal? Ini Alasannya!

Harga emas kembali menembus USD 2.400 per troy oz! Rekor tertinggi sepanjang masa!

Zaman boleh berganti dan standar ukuran kekayaan pun tentunya berbeda-beda di kalangan masyarakat. Namun, emas selalu menjadi barang yang melambangkan keagungan dan kejayaan sekaligus kemakmuran sampai saat ini.

Sejak awal tahun hingga 22 Mei 2024, harga emas dunia telah naik +16,87%, sempat sentuh level Rp 2.416 per troy oz.

Emas memang seakan tidak pernah kehilangan nilainya. Berbeda dengan mata uang yang mengalami devaluasi seiring waktu, emas justru mengalami peningkatan nilai yang membuat harganya semakin mahal. Lalu, apa saja alasan mengapa harga emas mahal dan berharga?

Baca juga: Simak Jadwal Pembayaran Dividen ANTM 2024: Payout Ratio 100%, Setara Rp 128,07 per Saham!

Emas adalah Logam Mulia yang Masih Sangat Langka

Dibandingkan jenis logam lainnya, seperti perak dan tembaga, emas termasuk logam mulia yang cukup langka. Letaknya yang berada cukup jauh di perut bumi memang membuat para penambang harus menggali lebih dalam untuk menemukan logam mulia ini.

Selain itu, pertambangan Emas juga belum terlalu banyak.

Menurut situs gold.org, terdapat sekitar 45 negara yang memiliki tambang Emas, termasuk, salah satunya di Indonesia. Biaya yang dikeluarkan untuk mengolah emas juga sangat besar.

Tentunya sangat masuk akal apabila ketersediaan emas batangan murni masih terbatas dan membuat harganya sangat mahal.

Baca juga: Cum Date Dan Jadwal Pembayaran Dividen Tunai Bank Syariah Indonesia (IDX:BRIS) 2024!

Emas Memiliki Ketahanan yang Luar Biasa

Aspek lainnya yang membuat harga emas semakin mahal adalah karena elemen ini merupakan logam mulia dengan ketahanan yang tinggi. 

Berbeda dari jenis logam perak, tembaga yang akan mengalami korosi dan besi yang akan berkarat. Karena tidak awet, tak heran jika logam-logam tersebut pun akan mengalami penurunan nilai seiring dengan waktu.

Lain halnya dengan emas. Walaupun disimpan selama bertahun-tahun, emas tidak akan mengalami penurunan kualitas. Sehingga, tak mengherankan jika banyak kalangan masyarakat yang menyimpan Emas sebagai salah satu harta berharga yang tidak akan lekang dimakan waktu.

Emas Identik dengan Kesan Megah

Selama ribuan tahun, emas merupakan logam yang banyak digunakan sebagai bahan perhiasan maupun objek kekayaan bagi keluarga kerajaan selama turun-temurun. Bahkan, bisa jadi hal itulah yang membuat emas menjadi salah satu jenis “logam mulia”.

Tak hanya itu, emas pada masa lalu juga menjadi salah satu alat tukar perdagangan yang paling umum. Pada era kerajaan, koin-koin Emas umumnya memiliki cap kepala raja yang memerintah saat itu.

Di masa modern, emas tetap menjadi komoditas berharga untuk menjaga nilai dari suatu harta. Saat masa resesi ekonomi, banyak orang yang memutuskan untuk mengalihkan sejumlah harta kekayaan mereka ke dalam bentuk emas murni.

Baca juga: Alfamidi (IDX:MIDI) Tebar Dividen Rp 4,65 per Saham! Simak Jadwal Pembayarannya!

Emas Tidak Dapat Dicetak

Untuk mengatasi permasalahan ekonomi, tak jarang pemerintah akan membuat kebijakan kontroversial yaitu mencetak lebih banyak uang untuk meningkatkan daya beli masyarakat. Namun, tentu saja keputusan tersebut justru akan mengakibatkan lonjakan inflasi yang berujung pada pengikisan nilai mata uang.

Pada kondisi seperti itu, kekayaan dalam bentuk uang sebanyak apa pun seakan tidak ada nilainya.

Berbeda dari mata uang kertas yang bisa dicetak dengan sangat mudah, emas merupakan sumber daya alam yang tidak bisa diproduksi secara massal dalam jumlah yang banyak sekaligus.

Proses penambangan serta pengolahan emas yang memakan waktu dan biaya tentunya menyebabkan pihak yang berwenang tidak bisa seenaknya memproduksi dan mendistribusikan emas.

Seandainya inflasi terjadi, nilai emas justru akan meningkat. Sehingga, tak heran jika Emas menjadi salah satu instrumen investasi yang paling diandalkan saat terjadi resesi ekonomi.

Sumber utama: www.logammulia.com

Professional content writer, copywriter, and owner of TokoKata. Passionate blogger and SEO enthusiast. Practicing my bachelor's degree in accounting at the Indonesian Stock Exchange.