Zelensky Kembali Ajak Putin Bertemu Langsung untuk Akhiri Perang Ukraina
![]() |
| Sebuah kendaraan berlapis baja yang hancur di Bucha, Kiev, Ukraina. |
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky kembali mengusulkan pertemuan tatap muka dengan Presiden Rusia Vladimir Putin sebagai upaya baru untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung lebih dari empat tahun.
Dalam surat terbuka kepada Putin, Zelensky mengatakan tidak perlu menunggu hingga perang di Eropa kembali menjadi fokus utama Amerika Serikat. Menurutnya, perdamaian hanya dapat dicapai melalui keterlibatan langsung antara Ukraina dan Rusia.
Zelensky juga mengusulkan pemberlakuan gencatan senjata penuh selama proses perundingan berlangsung. Namun, usulan tersebut sebelumnya telah ditolak oleh Putin.
Menanggapi inisiatif tersebut, Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa pertemuan antara kedua pemimpin akan menjadi langkah yang baik dan mendorong mereka untuk segera menyelesaikannya.
Pihak Kremlin mengonfirmasi telah menerima surat tersebut dan menyatakan bahwa Putin akan diberikan pengarahan mengenai isinya.
Dalam surat yang dilaporkan memiliki lebih dari 1.800 kata itu, Zelensky menggabungkan ajakan berdamai dengan kritik terhadap Putin. Ia menyinggung serangan drone Ukraina ke wilayah Rusia dalam beberapa waktu terakhir dan menyatakan bahwa setelah 26 tahun berkuasa, usia mulai memengaruhi kemampuan pemimpin Rusia tersebut.
Zelensky menulis bahwa Ukraina mengusulkan mengakhiri perang melalui dialog langsung antara dirinya dan Putin, serta mengundang presiden Rusia itu untuk bertemu secara langsung.
Ukraina mengusulkan lokasi pertemuan di negara netral seperti Swiss atau Turki.
Menteri Luar Negeri Ukraina Andriy Sybiha menyebut surat terbuka tersebut sebagai proposal serius dan bermakna untuk mengakhiri perang. Ia mengatakan kini saatnya memilih jalan damai.
Dalam kesempatan terpisah di St. Petersburg, Putin mengatakan dirinya siap mencapai kesepakatan dengan Ukraina, tetapi menegaskan bahwa kompromi harus dilakukan oleh kedua pihak.
Putin kembali menegaskan posisi Rusia bahwa Ukraina harus menarik diri dari empat wilayah yang sebagian besar diduduki Rusia, yakni Donetsk, Luhansk, Kherson, dan Zaporizhzhia. Rusia juga tetap menuntut Ukraina menghentikan upayanya untuk bergabung dengan NATO.
Pemerintah Ukraina menolak tuntutan tersebut dan menyatakan bahwa menyerahkan wilayah akan mendorong Rusia untuk kembali melakukan invasi di masa depan.
Upaya perdamaian antara kedua negara sejauh ini belum membuahkan hasil. Negosiasi sebelumnya yang digelar di Jenewa, Abu Dhabi, dan Istanbul gagal menghasilkan kesepakatan, sementara pembahasan gencatan senjata juga mengalami kebuntuan dalam beberapa bulan terakhir.
Dalam suratnya, Zelensky menegaskan bahwa setiap kehilangan nyawa warga Ukraina sangat menyakitkan bagi negaranya. Ia juga menyatakan bahwa masyarakat Rusia mulai merasakan dampak perang melalui serangan drone Ukraina, kelangkaan bahan bakar, kenaikan harga, dan kelelahan akibat konflik yang berkepanjangan.
Meski membuka peluang dialog, Putin kembali mempertanyakan legitimasi Zelensky sebagai presiden Ukraina karena tidak adanya pemilihan umum sejak masa jabatannya berakhir pada Mei 2024. Ukraina menegaskan bahwa pemilu tidak dapat dilaksanakan selama status darurat militer masih berlaku akibat invasi Rusia.
Sementara itu, Trump menyatakan bahwa Amerika Serikat telah berperan dalam mendekatkan kedua negara ke arah perdamaian. Namun, ia enggan menjelaskan kompromi apa yang perlu dilakukan masing-masing pihak, seraya mengatakan bahwa kedua belah pihak pada akhirnya harus membuat konsesi untuk mencapai kesepakatan.

Gabung dalam percakapan