Selamat datang di TokoKata! Tempat belajar investasi dan memperluas wawasan dunia! Follow kami di Google News!

Mengenal Forensik: Cara Menguak Misteri dan Menegakkan Keadilan!

Penasaran tentang peran forensik dalam proses penangkapan tindak pidana kriminal? Simak artikel berikut ini!
Forensik pengenalan

Penulis: Ama Rii | Editor: Shoffan M.

Aksi kejahatan yang terjadi belakangan ini semakin meresahkan. Pelaku kejahatan semakin berani dan tidak pandang bulu dalam memilih korban. 

Kejahatan seksual terhadap anak, pembunuhan terhadap pasangan sendiri, bahkan ada yang sampai tega membunuh darah dagingnya sendiri, dan masih banyak lagi kasus kejahatan yang sangat memprihatinkan. 

Seiring banyaknya kejahatan yang terjadi, tidak jejak kejahatan yang terdapat di TKP di sapu bersih oleh pelaku. Kejahatan dilakukan dengan rapi agar tidak mudah untuk dilacak dan bisa mengelabui polisi dalam proses penyelidikan.

Meskipun TKP telah dirusak oleh pelaku, seringkali masih ada jejak atau petunjuk yang luput dari jangkauan pelaku. 

Hal ini akan dimanfaatkan oleh tim penyelidikan dalam pr oses pengumpulan bukti. Pemeriksaan bukti akan dilakukan oleh ahli forensik. Bagi sebagian orang, kata forensik identik dengan mayat atau kasus pembunuhan, padahal tidak hanya itu. 

Sebenarnya apa aja sih yang dilakukan oleh ahli forensik?

Apa itu forensik?

Dokter forensik!
Ilustrasi dokter forensik.

Forensik adalah cabang ilmu pengetahuan yang digunakan untuk membantu proses penegakan keadilan melalui proses penerapan ilmu dan sains. Ilmu pengetahuan dan sains yang disandingkan dengan investigasi kriminal digunakan untuk mengungkap kebenaran dibalik suatu tindakan kriminal. 

Ilmu forensik bertujuan untuk memberikan bukti yang objektif dan dapat dipertanggungjawabkan dalam sistem peradilan pidana nantinya.

Ahli forensik akan membantu tim penyelidikan dengan melakukan pemeriksaan terhadap semua bukti fisik yang didapatkan di TKP, ahli forensik juga bisa membantu proses penyelidikan dengan memeriksa dan menganalisis korban. Kehadiran sosok ahli forensik sangat membantu berbagai macam masalah medis yang berkaitan dengan hukum.

Ahli forensik menggunakan ilmunya untuk melakukan pemeriksaan dan pengumpulan bukti-bukti yang ditemukan di TKP. Hasil pemeriksaan dari bukti-bukti ini nantinya akan dihadirkan di dalam sidang pengadilan. 

Selain berkaitan dengan sistem hukum, forensik dikenal dengan sesuatu yang bersifat ilmiah karena pernyataan yang diberikan berdasarkan ilmu pengetahuan. 

Selain itu, forensik juga dikenal dengan aturan yang dibentuk dari fakta-fakta berbagai kejadian, hal ini dilakukan untuk melakukan pengenalan pada bukti fisik yang ditemukan di TKP, seperti mayat, bangkai, data, dan lain-lain.

Ahli forensik akan mencari titik terang suatu kejahatan dengan cara memeriksa dan menganalisa barang bukti. Pemeriksaan barang bukti yang dilakukan oleh ahli forensik nantinya akan memberikan petunjuk mengenai kebenaran dari keterangan yang diberikan oleh tersangka dan saksi. 

Hasil penyelidikan ahli forensik nantinya akan mempengaruhi sistem peradilan pidana.

Sejarah Forensik

Sejarah Forensik

Praktik forensik telah ada sejak zaman kuno. Metode dan teknologi yang digunakan telah berkembang sangat pesat seiring dengan berjalannya waktu. 

Pada abad ke-19, tokoh-tokoh seperti Sir Arthur Conan Doyle dan Dr. Edmond Locard memiliki peran yang sangat penting dalam mempopulerkan forensik melalui karya sastra dan kontribusi ilmiah mereka. 

Perkembangan berbagai teknologi modern, seperti DNA profiling, pemindaian sidik jari, dan analisis balistik mengubah wajah ilmu forensik dan memberikan alat yang lebih canggih untuk menyelidiki kejahatan.

Peranan Ilmu Forensik

Ilmu forensik memiliki peranan yang sangat penting, ia adalah kunci dalam sistem peradilan pidana. Ahli forensik bekerja sama dengan penyidik dan penegak hukum untuk mengumpulkan, menganalisis, serta menafsirkan bukti fisik yang ditemukan di TKP. 

Bukti-bukti tersebut dapat berupa DNA, jejak kaki, serat pakaian, sidik jari, tulang, data digital, ataupun bukti lainnya. Ahli forensik akan memproses dan menganalisis bukti-bukti ini. Analisis forensik mencakup berbagai disiplin ilmu, seperti forensik biologi, forensik kimia, forensik digital, forensik balistik, dan lain sebagainya.

Pengujian dan Pengumpulan bukti

Riset forensik.
Ilustrasi lab forensik.

Saat penyelidikan forensik dibuka, informasi dan bukti dikumpulkan dan diberikan kepada penyelidik di TKP. Ini akan membantu dalam memandu pencarian bukti. Tim TKP bekerja dengan cermat untuk mengidentifikasi dan menguji  barang-barang yang berada di TKP. pengujian/pengetesan barang bukti dilakukan di tempat sebelum akhirnya tim TKP mengamankannya di dalam tas.

Dalam beberapa kasus, tes dilakukan dengan menggunakan bahan kimia dan alat uji untuk mengidentifikasi cairan tubuh atau jejak lain yang terkait dengan kejahatan. Tim TKP juga menggunakan beberapa senter dengan teknologi tinggi yang dapat memancarkan jenis cahaya tertentu untuk membantu melihat petunjuk yang tidak terlihat secara langsung oleh mata. 

Pada tahap ini, pemeriksa TKP terbaik akan menggunakan metode ilmiah dan mengusulkan hipotesis tentang apa yang telah terjadi di TKP. Lalu tim juga akan mencari bukti yang mungkin bertentangan dengan petunjuk yang telah didapatkan. 

Analisis TKP

Ilustrasi TKP
Ilustrasi TKP.

Melakukan analisis TKP sangat penting untuk mengetahui kronologi kejadian yang menimpa korban. Dari TKP kita bisa mengetahui dari mana atau ingin ke mana korban. Tim yang melakukan analisis TKP sangat dilarang untuk mengubah posisi barang-barang yang berada di TKP.

Di tempat terjadinya suatu tindak kejahatan kemungkinan besar terdapat banyak fakta dan data yang bisa membantu penyidik untuk mengetahui kronologi kejadian bahkan bukti untuk menemukan pelaku tindak pidana. 

Analisis TKP dilakukan dengan melihat apakah ada jejak dari pelaku, letak barang-barang, atau adakah kondisi yang mencurigakan dari lingkungan sekitar, seperti gerak-gerik dari penduduk yang tinggal di dekat tempat kejadian.

Analisis Korban

Ilustrasi korban kejahatan.
Ilustrasi korban kejahatan.

Melakukan analisis korban dapat memberikan banyak petunjuk untuk mengetahui kronologi kejadian. Pakaian yang dikenakan korban, posisi korban, dan segala hal yang ada pada tubuh korban bisa menjadi petunjuk untuk memecahkan kasus. 

 Sebagai contoh, waktu kematian korban bisa diperkirakan dengan cara mengecek suhu tubuh. Semakin dingin suhu tubuhnya, maka waktu kematian semakin lama. Lalu suhu tubuh akan menjadi hangat kembali ketika tubuh mayat sudah mulai membusuk 

Waktu sangat penting dalam proses pengumpulan bukti. Semua bukti memiliki rentang hidup. Semakin cepat ilmuwan forensik bisa mengidentifikasi dan menganalisis suatu bukti, maka semakin besar kemungkinan untuk menemukan suatu hasil. 

Inilah mengapa cold case menjadi salah satu tantangan yang besar. TKP dan barang bukti mengalami banyak perubahan setelah bertahun-tahun, sehingga proses pemeriksaan ulang lebih sulit untuk dilakukan.

Menguji Jejak Darah atau Cairan Tubuh

Ilustrasi bercak darah.

Di tempat kejadian, penyelidik forensik melakukan pemeriksaan menggunakan berbagai alat canggih untuk membantu mengidentifikasi cairan tubuh, seperti air mani ataupun darah. 

Sebagai contoh, Tes Kastle–Meyer yang digunakan untuk menguji kemungkinan adanya darah. Tes Kastle-Meyer telah digunakan sejak awal abad ke-20. 

Tes ini menggunakan bahan kimia yang disebut phenolphthalein, yang kemudian diteteskan ke sampel yang dicurigai, setelah itu dengan cepat ditetesi oleh setetes hidrogen peroksida. Bahan kimia ini dapat mendeteksi kandungan hemoglobin dalam darah. 

Jika sampel berubah menjadi merah muda, kemungkinan besar terdapat darah dalam sampel tersebut. 

Contoh lainnya adalah tes asam fosfatase yang dapat mendeteksi enzim yang dikeluarkan dari kelenjar prostat. Tes ini digunakan untuk mengidentifikasi keberadaan sperma. Bahan kimia yang disiapkan diteteskan ke sampel noda yang dicurigai. 

Jika terdapat perubahan warna dari bening menjadi ungu tua, hal ini menunjukkan kemungkinan adanya air mani. 

Bagi kamu penggemar film detektif mungkin pernah mendengar tentang penyelidik yang menggunakan luminol untuk mendeteksi noda darah yang sudah lama ataupun jejak seseorang yang dicoba untuk disingkirkan. 

Penyelidik akan menyemprotkan luminol dan bahan kimia lainnya pada area yang gelap. Munculnya cahaya biru menunjukkan kemungkinan adanya jejak darah. 

Semua tes yang dilakukan selama penyelidikan akan dicatat dengan cermat dan pada akhirnya akan menjadi bagian dari berkas yang dibawa ke pengadilan.

Itulah penjelasan singkat mengenai forensik. Ternyata forensik memiliki peran yang penting dalam memecahkan suatu kasus. Keren banget ya!

Professional content writer, copywriter, and owner of TokoKata. Passionate blogger and SEO enthusiast. Practicing my bachelor's degree in accounting at the Indonesian Stock Exchange.