Prabowo Nominasikan Destry Damayanti sebagai Calon Tunggal Gubernur Bank Indonesia

Presiden Indonesia Prabowo Subianto mencalonkan Deputi Gubernur Senior Destry Damayanti sebagai satu-satunya kandidat untuk menjadi Gubernur Bank Indonesia (BI) berikutnya.

Pengumuman tersebut disampaikan oleh pejabat kepresidenan pada Senin (10/8/2026) dan langsung mendorong penguatan nilai tukar rupiah. Investor sebelumnya mencermati proses pemilihan gubernur baru setelah Gubernur BI Perry Warjiyo mengundurkan diri secara mendadak pada akhir Juli karena alasan pribadi.

Destry, yang menjabat sebagai Deputi Gubernur Senior sejak 2019, merupakan pejabat nomor dua di struktur BI. Ia selama ini menjalankan tugas sebagai gubernur sementara setelah kepergian Warjiyo.

Jika disetujui parlemen, Destry akan menjadi perempuan pertama yang menjabat sebagai Gubernur Bank Indonesia secara permanen.

Juru bicara kepresidenan, Prasetyo Hadi, mengatakan Prabowo juga telah mengajukan sejumlah kandidat untuk mengisi posisi anggota Dewan Gubernur BI, termasuk posisi Deputi Gubernur Senior. Namun, ia tidak memberikan rincian mengenai nama-nama tersebut.

Parlemen memiliki waktu satu bulan untuk menerima atau menolak kandidat yang diajukan presiden. Sejak 2008, parlemen belum pernah menolak calon gubernur bank sentral yang diajukan oleh presiden yang sedang menjabat.

Pencalonan Destry dinilai berpotensi diterima positif oleh pasar karena pengalaman panjangnya di BI dan sektor keuangan domestik.

Ekonom Radhika Rao dari DBS menilai pengalaman Destry di bank sentral dan pasar keuangan dapat memberikan kepastian bagi investor. Ia juga melihat Destry memiliki perhatian kuat terhadap stabilitas rupiah, sehingga kebijakannya diperkirakan akan melanjutkan arah kebijakan BI saat ini.

Rupiah memperpanjang penguatan setelah pengumuman tersebut dan mencapai level terkuat terhadap dolar AS sejak 18 Juni.

BI selama ini menghadapi tekanan untuk mendukung program utama pemerintahan Prabowo dan membantu mempercepat pertumbuhan ekonomi menuju target 8%, dari sekitar 5% saat ini. Di sisi lain, bank sentral tetap harus menjaga inflasi dan stabilitas nilai tukar rupiah.

Di bawah kepemimpinan Warjiyo, BI telah menaikkan suku bunga acuan sebesar 100 basis poin sepanjang tahun ini. Bank sentral juga memperkenalkan insentif lindung nilai rupiah serta menggunakan surat berharga BI dengan imbal hasil tinggi untuk menarik aliran modal asing dan menopang nilai tukar.

Ekonom Trimegah Sekuritas, Fakhrul Fulvian, menggambarkan Destry sebagai pembuat kebijakan yang pragmatis dan berorientasi pada stabilitas, tetapi tetap memiliki perhatian terhadap pertumbuhan ekonomi.

Destry, 62 tahun, memulai karier sebagai ekonom dan sebelumnya bekerja di Citibank serta Bank Mandiri. Ia memperoleh gelar magister dari Cornell University dan pernah menjadi anggota Dewan Komisioner Indonesia Deposit Insurance Corporation pada 2015-2019 sebelum bergabung dengan BI.

Pengalaman tersebut membuat Destry dinilai memahami pasar keuangan dengan baik, terutama dalam menyeimbangkan inflasi, stabilitas rupiah, arus modal, dan transmisi kebijakan moneter ke perekonomian domestik.

Meski pencalonan Destry disambut positif oleh pasar, independensi BI masih menjadi perhatian investor.

Sebelum pengunduran diri Warjiyo, BI dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa telah beberapa kali berbeda pandangan mengenai kebijakan likuiditas. Perbedaan tersebut antara lain menyangkut penggunaan surat berharga BI dengan imbal hasil tinggi untuk menarik modal asing serta kebijakan pemerintah dalam mengelola dana kas negara melalui bank komersial.

Awal bulan ini, Destry bersama Purbaya mengumumkan sejumlah langkah untuk mengatasi distribusi likuiditas yang tidak merata antarbank dan mendorong perbankan meningkatkan penyaluran kredit.

Ekonom Utama Permata Bank Josua Pardede menilai ujian sebenarnya bagi independensi BI akan dimulai setelah Destry resmi dikukuhkan sebagai gubernur.

Menurutnya, risiko premi pasar dapat meningkat apabila BI terlalu cepat memangkas suku bunga atau menyediakan likuiditas untuk mendukung agenda fiskal pemerintah.

Destry dinilai memiliki hubungan kerja yang kuat dengan pemerintah dan menteri keuangan. Kondisi tersebut dapat menjadi keuntungan karena mampu mengurangi gesekan antara kebijakan fiskal dan moneter. Namun, investor akan tetap membedakan antara koordinasi kebijakan dan ketundukan bank sentral kepada pemerintah.

Rapat Dewan Gubernur BI berikutnya dijadwalkan berlangsung pada 18-19 Agustus.

Sementara itu, belum jelas apakah Destry nantinya akan memperoleh masa jabatan penuh selama lima tahun atau hanya melanjutkan sisa masa jabatan Warjiyo yang berakhir pada 2028.

Professional content writer, copywriter, and owner of TokoKata. Passionate blogger and SEO enthusiast. Practicing my bachelor's degree in accounting at the Indonesian Stock Exchange.