Houthi kuasai pelabuhan strategis Yaman, ancam jalur energi Laut Merah
| A decade of conflict in Yemen has decimated the country's economy and essential services, leaving millions in desperate need. Foto: UNICEF/Alaa Noman. |
Milisi Houthi yang bersekutu dengan Iran menguasai kota pelabuhan Mocha di Yaman pada Kamis (10/9/2026). Hal tersebut meningkatkan ancaman terhadap jalur pelayaran dan pasokan energi global di tengah eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.
Empat sumber militer pemerintah Yaman mengatakan jatuhnya Mocha memberi Houthi pengaruh lebih besar atas Selat Bab el-Mandeb, jalur strategis yang menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden. Pasukan Houthi juga melancarkan serangan ke Kepulauan Hanish.
Pasukan pemerintah Yaman dan sekutunya kini bergerak ke selatan sepanjang pesisir Laut Merah menuju Dhubab, yang berada tepat di sisi selat tersebut dan berhadapan dengan Pulau Perim. Kontrol terhadap Dhubab dan Perim dinilai penting untuk mengendalikan Bab el-Mandeb.
Bab el-Mandeb merupakan jalur utama pengiriman minyak dan bahan bakar dari kawasan Teluk menuju Mediterania melalui Terusan Suez. Jalur ini juga digunakan untuk mengangkut berbagai komoditas menuju Asia.
Arab Saudi semakin bergantung pada rute Laut Merah setelah konflik Iran membuat Selat Hormuz tertutup. Harga minyak mentah Brent bertahan di atas US$100 per barel, akibat kedua jalur pelayaran tersebut masih mengalami gangguan berat.
Pakistan, sebagai mediator, telah menyampaikan peringatan Arab Saudi kepada pihak Iran agar menahan sekutunya, milisi Houthi, guna mencegah konflik semakin meluas. Seorang pejabat senior Iran mengonfirmasi pesan tersebut, tetapi mengatakan Teheran tidak mengendalikan Houthi.
Eskalasi di Yaman makin memanas setelah Iran dan Amerika Serikat meningkatkan serangan timbal balik terhadap kapal-kapal di kawasan Teluk. Iran mengatakan telah menyerang 10 kapal di sekitar Selat Hormuz pada Rabu setelah AS menenggelamkan lima kapal tanker minyak Iran.
Presiden AS Donald Trump mengatakan perang diperkirakan berakhir setelah pemilu midterm pada November. Namun, laporan The Wall Street Journal menyebut sejumlah penasihat senior Gedung Putih memperingatkan bahwa konflik dapat berlangsung hingga akhir masa jabatan Trump pada Januari 2029.
Sementara itu, hanya tujuh kapal yang melintasi Selat Hormuz pada Rabu, sekitar setengah dari rata-rata 10 hari sebelumnya. Data awal pelacakan kapal menunjukkan bahwa eskalasi terbaru telah kembali menghambat upaya membuka jalur pelayaran tersebut.
Gabung dalam percakapan