Trump umumkan gencatan senjata sektor energi Rusia-Ukraina
![]() |
| Presiden Iran, Masoud Pezeshkian dan Presiden Rusia, Vladimir Putin. (Foto: Sergei Bobylev, TASS) |
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan gencatan senjata di sektor energi antara Rusia dan Ukraina pada Minggu (11/10). Ia menyebut kesepakatan itu berlaku seketika.
Namun, belum jelas apakah kesepakatan tersebut benar-benar ada. Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskiy, mengaku masih menunggu rincian dari pihak Amerika Serikat. Moskow belum memberikan tanggapan.
Lewat platform Truth Social, Trump menulis bahwa kedua pihak telah setuju dan meminta agar gencatan senjata itu tidak dilanggar. Ia tidak menjelaskan lebih jauh isi kesepakatan tersebut.
Pengumuman ini muncul setelah beberapa hari Trump menekan Ukraina agar berhenti menyerang kilang minyak Rusia. Ia menuding serangan itu memicu kenaikan harga solar, yang kini merugikan Partai Republik menjelang pemilu sela bulan depan.
Hubungan kedua pemimpin memburuk drastis dalam beberapa hari terakhir. Pada Sabtu (10/10), Trump memperingatkan Zelenskiy agar segera menghentikan serangan ke kilang-kilang Rusia. Ia juga mendesak warga Ukraina mengganti pemimpin mereka lewat pemilu baru.
Trump menilai Zelenskiy telah melewatkan sejumlah kesempatan untuk mencapai kesepakatan dengan Moskow.
Seorang sumber yang mengetahui situasi ini mengatakan, Washington mengancam akan menghentikan berbagi data intelijen dengan Ukraina. Pembelian senjata lewat skema Daftar Kebutuhan Prioritas Ukraina (PURL) juga terancam dihentikan. Ancaman itu sebelumnya dilaporkan oleh Financial Times.
Sumber yang sama menyebut Zelenskiy sedang berbicara dengan para pemimpin Eropa untuk meredakan ketegangan dengan Trump. Gedung Putih belum menanggapi permintaan komentar.
Zelensky mengatakan telah membahas pengumuman Trump dengan Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte, Perdana Menteri Kanada Mark Carney, dan Presiden Finlandia Alexander Stubb.
"Ukraina mendukung gencatan senjata ini, dan penting bagi Rusia untuk ikut mendukungnya," tulis Zelenskiy di Telegram.
Namun, dalam pidato video malamnya, ia menyebut pasukan Rusia masih melancarkan serangan udara ke infrastruktur energi. Salah satunya menyasar pembangkit listrik dan pemanas gabungan di Kharkiv, kota terbesar kedua di Ukraina. Seorang pejabat Ukraina membenarkan serangan itu terjadi setelah Trump mengumumkan gencatan senjata.
Beberapa jam sebelumnya, Zelenskiy menolak tekanan AS agar Ukraina menghentikan serangan ke kilang Rusia secara sepihak. Posisinya tetap sama sejak lama: Kyiv baru mau berhenti jika Presiden Rusia, Vladimir Putin, juga menghentikan serangan ke jaringan listrik Ukraina.
Trump juga menyerukan digelarnya pemilu di Ukraina. Pemilu di negara itu ditangguhkan sejak invasi Rusia pada 2022. Hukum Ukraina melarang pemilu selama darurat militer demi alasan keamanan.
Zelenskiy menjawab bahwa ia siap menggelar pemilu jika Putin setuju pada gencatan senjata total selama 60 hari. Ia menegaskan bahwa pemimpin Ukraina adalah pilihan rakyat Ukraina, tetapi pertempuran harus berhenti terlebih dahulu.
Zelenskiy juga menepis anggapan bahwa dirinya penyebab naiknya harga energi. Menurutnya, semua orang tahu perang di Timur Tengah punya peran jauh lebih besar.
Lonjakan harga solar global terjadi setelah perang Iran pecah pada Februari. Perang yang dipimpin Trump itu luas dituding sebagai biang naiknya harga bahan bakar dunia. Kini, kenaikan harga menjadi beban politik bagi Partai Republik. Dalam pemilu sela, Partai Demokrat berpeluang merebut kendali atas satu atau kedua kursi Kongres.
Trump sebelumnya juga pernah mengumumkan gencatan senjata energi di Ukraina pada pertengahan September. Namun, tak satu pun pihak pernah mengonfirmasi adanya kesepakatan itu.
Pada Jumat (9/10), Trump menjelaskan kesepakatan pasokan solar dengan Rusia. Moskow disebut akan segera memasok lebih dari 300.000 ton metrik solar ke pasar AS dan global. Jumlah itu setara sekitar 2,25 juta barel. Sebagai perbandingan, AS mengekspor sekitar 1,5 juta barel solar per hari.
Zelenskiy menanggapi kesepakatan itu dengan marah pada Sabtu. Menurutnya, kesepakatan tersebut akan memicu keberanian Moskow untuk melancarkan lebih banyak serangan dan menelan lebih banyak korban jiwa.
Sejumlah anggota parlemen AS turut mengkritik kesepakatan solar itu. Senator Partai Republik dari North Carolina, Thom Tillis, menilai kesepakatan dengan Rusia itu mungkin melanggar hukum dan membahayakan nyawa warga Amerika.
Di jalanan Kyiv, sejumlah warga mengaku marah atas saran Trump agar Ukraina mencari pemimpin baru yang mau berdamai dengan Putin. Beberapa menyebut sikap itu sebagai pengkhianatan oleh mitra Ukraina.
Sementara itu, pejabat Ukraina melaporkan serangan Rusia terbaru pada Minggu. Tiga orang tewas di depan sebuah toko di Kharkiv. Tiga orang lainnya tewas di Ivano-Frankivsk, kota di Ukraina Barat.
Moldova, negara yang berbatasan dengan Ukraina di sebelah barat, juga melaporkan masuknya drone yang menurut pejabat setempat berasal dari Rusia. Drone itu jatuh sekitar 35 kilometer dari ibu kota, Chisinau.
Sumber: Trump announces Ukraine energy ceasefire with Russia, surprising Zelenskiy

Gabung dalam percakapan